Minggu, 29 Agustus 2010

Resensi Supervolcano....

KENYATAAN YANG BELUM TERJADI






Judul : Super Volcano
Sutradara : Tony Mitchell
Pemain : Michael Riley, Gary Lewis, Rebecca Jenkins, Shaun Johnstone, Adrian Holmes, Jennifer Copping
Durasi : 115 menit
Jenis Film : Fiksi sains
Produksi : BBC
Tahun : 2005


Salju dengan lebatnya jatuh menyelimuti wilayah Colorado pada tanggal 9 Agustus. Sekelompok orang terlihat berkonvoi dengan mobil-mobilnya menyusuri sebuah camp yang terlihat hangus dan tertimbun salju. Lalu seseorang masuk ke dalamnya, dan menemukan sebuah video recorder. Isinya ialah sebuah kisah dari seorang pria yang nampaknya sedang sekarat tentang ledakan terdahsyat yang menimpa sebagian besar wilayah Amerika. Selanjutnya, adegan beralih ke masa 5 tahun sebelumnya, dimana masih banyak orang-orang yang berdatangan ke Old Faithfull dan menikmati geyser yang ada.
Itulah yang menjadi pembuka dari serial fantastis yang cukup mengundang kontroversi ini. Bercerita tentang detik-detik ketegangan dari seluruh elemen masyarakat akan meningkatnya aktivitas seismik di Kaldera Yellowstone, sangat mendebarkan untuk disaksikan. Berangkat dari sebuah plot, “Berdasarkan kisah nyata.... Hanya saja belum terjadi”, serial ini bisa dibilang cukup ‘nekat’.
Serial ini dibagi menjadi 2 bagian. Pada bagian pertama, kita diajak mengikuti perjuangan para ilmuwan USGS dalam memantau perkembangan aktivitas Kaldera Yellowstone. Salah satu ilmuwannya, yaitu Rick Lieberman (Michael Riley), dalam presentasinya bersikeras mengatakan bahwa Yellowstone tidak akan mengalami erupsi yang besar. Namun, seorang wartawan bernama Maggie Chin (Jane McLean) terlihat amat meragukan hal itu. Ia pun berusaha untuk mencari tahu hal tersebut.
Pernyataan Rick kemudian menjadi kontroversi setelah Yellowstone mulai meningkatkan aktivitas seismiknya yang seluruhnya mengacu pada kemungkinan terjadinya erupsi besar. Namun, Rick bersama rekan-rekannya tetap menyangkal dengan mengatakan bahwa aktivitas itu hanya sebagian kecil dari aktivitas biasa yang sering terjadi di daerah pegunungan.
Publik nampaknya tidak bisa menerima pernyataan itu. Kekhawatiran publik itu pun akhirnya terwujud dengan meletusnya salah satu gunung di Yellowstone pada tanggal 27 Juni. Letusan dihari pertama itu kemudian diikuti dengan letusan gunung-gunung lain dan menyebabkan ¾ bagian negara AS tertutup debu dan batu-batuan vulkanik.

Letusan kaldera Yellowstone


Serial ini benar-benar fantastis dan patut disaksikan. Dengan menggabungkan unsur film cerita dengan dokumenter, ilustrasi yang ditampilkan serial ini terkesan tidak monoton. Selain menampilkan gambar-gambar yang nyata, serial ini juga menampilkan segelintir drama yang terjadi dalam kehidupan tokoh-tokoh di dalamnya. Konflik yang dimunculkan juga cukup jelas dan bertahap sehingga membuat kita penasaran pada apa yang akan terjadi selanjutnya. Sementara pada bagian klimaks, jantung kita akan diajak untuk berpacu dan menyaksikan bagaimana Yellowstone menyemburkan 25.000 km3 magmanya.
Terakhir, kalau diperhatikan secara seksama, yang paling menarik dari serial ini adalah sama sekali tidak menyebutkan tahun kejadiannya. Kisah ini dibuat untuk waktu yang belum dapat diprediksikan. Namun, mungkin bagi orang biasa, serial ini agak sulit dipahami penjelasannya karena sebagian besar memakai bahasa yang ilmiah. Selain itu, serial ini bisa dibilang cukup ‘kejam’ karena menampilkan gambar-gambar bencana alam yang dapat membuat kita bergidik ngeri. Tapi, untuk ukuran referensi sains, serial ini dapat diandalkan.


-fie-
:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar